Istilah “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit” dapat dipraktikkan saat menabung biaya haji. Dengan cara ini, Anda bisa daang ke Baitullah sesuai harapan.
Mari mulai rencanakan biaya haji Anda dengan tips Finansialku berikut ini!
Summary:
- Ibadah haji dapat dilakukan oleh umat Muslim dengan kesiapan yang matang, dari segi fisik, mental, dan finansial.
- Terdapat beberapa program haji yang menjadi pilihan Masyarakat Indonesia, yakni haji reguler, haji khusus, dan haji furoda dengan biaya yang berbeda-beda.
Kenaikan Biaya Haji yang Semakin Mahal
Berhaji merupakan rukun iman kelima—dan merupakan kewajiban bagi yang mampu. Di tengah tingginya minat umat muslim untuk berhaji, biayanya kian melambung dari tahun ke tahun.
Kenaikan biaya ini dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain:
- Kenaikan biaya fasilitas di negara Arab Saudi
- Nilai tukar rupiah yang makin merosot dibanding dolar dan mata uang lain
- Kenaikan harga komoditas esensial yang digunakan dalam haji, seperti transportasi, bahan bakar, dan pangan
- Berkurangnya subsidi haji dan perubahan kebijakan fiskal lain
Sebagai gambaran, berikut adalah perubahan biaya haji Indonesia dari 2014 hingga 2024:
Tahun | Biaya yang Dibayar per Jemaah | Nilai Manfaat | Total BPIH |
2014 | Rp40.030.000 | Rp19.240.000 | Rp59.270.000 |
2015 | Rp37.490.000 | Rp24.070.000 | Rp61.560.000 |
2016 | Rp34.600.000 | Rp25.400.000 | Rp60.000.000 |
2017 | Rp34.890.000 | Rp26.900.000 | Rp61.790.000 |
2018 | Rp35.240.000 | Rp33.720.000 | Rp68.960.000 |
2019 | Rp35.240.000 | Rp33.920.000 | Rp69.160.000 |
2022 | Rp39.890.000 | Rp57.910.000 | Rp97.790.000 |
2023 | Rp49.900.000 | Rp40.200.000 | Rp90.000.000 |
2024 | Rp56.040.000 | Rp37.360.000 | Rp93.410.000 |
Pentingnya Menabung untuk Biaya Haji
Infografis Biaya Haji. Sumber: Finansialku.com
Impian untuk bisa menunaikan ibadah haji tentu saja memerlukan persiapan yang matang, baik itu fisik, mental, maupun finansial.
Kebutuhan dana haji yang tidak sedikit sering kali menjadi kendala banyak orang. Oleh karena itu, merencanakan haji dengan matang adalah kunci dalam mewujudkannya.
Salah satu yang bisa diupayakan yaitu menabung untuk biaya haji. Berikut adalah beberapa alasan pentingnya menabung biaya haji, antara lain:
#1 Tingginya Biaya Haji
Haji memerlukan biaya yang tidak sedikit. Menabung dapat membantu Anda menyiapkan biaya haji dengan terencana. Hasilnya adalah meringankan saat waktu pembayaran tiba.
#2 Terhindar dari Utang
Perencanaan dana haji dengan menabung tentunya mencegah penggunaan utang. Sehingga Anda bisa beribadah dengan biaya sendiri tanpa beban keuangan.
#3 Kenyamanan dan Ketenteraman Selama Ibadah
Kemandirian finansial dari hasil menabung dapat membuat Anda lebih fokus beribadah. Jadi, berhaji akan nyaman dan tenteram tanpa khawatir masalah finansial di kemudian hari.
[Baca Juga: Kemenag Beri Subsidi untuk Biaya Haji 2024, Jamaah Hanya Bayar 60%]
Biaya Haji Terbaru Tahun 2026
Di Indonesia, terdapat beberapa opsi program haji yang bisa dipilih calon jemaah, masing-masing dengan karakteristik biaya dan waktu tunggu yang bervariasi:
#1 Haji Reguler (ONH)
Program haji ini disubsidi pemerintah dan menawarkan biaya paling terjangkau, rata-rata antara Rp49 juta hingga Rp56 juta, tergantung embarkasi.
Biaya tersebut mencakup tiket pesawat, akomodasi, transportasi lokal, dan konsumsi. Namun, konsekuensinya adalah antrean panjang, mencapai 15 hingga 20 tahun.
Calon jemaah juga perlu menyiapkan dana tambahan Rp1 juta hingga Rp3 juta untuk manasik haji.
#2 Haji Plus
Program ini hadir dengan fasilitas dan kenyamanan lebih baik, sepadan dengan biayanya yang lebih tinggi, berkisar antara Rp120 juta hingga Rp160 juta.
Keunggulan utama Haji Plus adalah waktu tunggu yang lebih singkat, yakni sekitar 5 hingga 8 tahun. Selain itu, bimbingan manasik haji lebih intensif, dengan biaya antara Rp3 juta hingga Rp5 juta.
#3 Haji Furoda
Haji Furoda menawarkan solusi bagi yang ingin berangkat tanpa antrean. Program ini menggunakan visa haji undangan langsung dari pemerintah Arab Saudi.
Imbasnya, biaya Haji Furoda jauh lebih tinggi, mencapai sekitar Rp373 juta, tergantung paket layanan.
Meskipun demikian, kepastian dan fleksibilitas waktu keberangkatan menjadi daya tarik utamanya. Untuk manasik haji, calon jemaah perlu mengalokasikan sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta guna memastikan kesiapan fisik dan mental.
[Baca Juga: Biaya Haji Plus, Syarat Daftar, dan Bedanya dengan Haji Furoda]
Tips Menabung Biaya Haji yang Cepat
Biaya haji yang tidak sedikit terkadang membuat seseorang mundur untuk mengumpulkannya.
Padahal jika dikumpulkan lebih cepat maka Anda berpotensi akan berangkat haji di usia yang lebih muda. Tentunya semakin muda usia semakin fokus beirbadah karena fisik lebih kuat.
Memulai untuk menabung dana haji sebenarnya tidaklah sulit. Berikut adalah tips mudah menabung biaya haji yang bisa Anda terapkan dari sekarang:
#1 Tetapkan Target dan Waktu
Langkah awal menabung biaya haji adalah menetapkan target keuangan dan tenor. Berangkat haji di usia muda memberikan banyak keunggulan, salah satunya adalah kemampuan fisik yang prima untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah.
Maka, perencanaan keuangan sejak dini dapat dipertimbangkan. Sebagai contoh, jika biaya haji saat ini Rp50 juta dan Anda menargetkan berangkat 10 tahun lagi, berarti Anda perlu menyisihkan sekitar Rp416 ribu per bulan atau Rp5 juta per tahun. Target jelas akan mempermudah penyusunan rencana keuangan yang terukur.
#2 Buatlah Anggaran dan Rencana Keuangan
Buat anggaran bulanan dan tahunan untuk kebutuhan hidup terlebih dahulu serta alokasikan untuk menabung haji. Dari sini, Anda bisa memprediksi kapan akan tercapai dan berapa banyak yang harus disisihkan.
Jika tidak mencukupi, cobalah untuk menghitung utang pengeluaran yang dapat dihemat atau ambil peluang meningkatkan pendapatan lagi.
Sebagai tambahan referensi untuk Anda yang ingin menambah pemasukan, yuk, download ebook gratis dari Finansialku Strategi Cerdas Menambah Pemasukanmu.
#3 Menabung Secara Berkala
Manfaat menabung biaya haji berkala dirasakan di suatu desa di Jombang, di mana 52 warganya berhasil naik haji berkat menyisihkan uang Rp10.000 per hari.
Dengan cara ini, Anda bisa mendapat uang sebanyak Rp3,6 juta per tahun.
Jika diasumsikan biaya antre haji adalah Rp25 juta, Anda bisa mendaftar dalam tujuh tahun.
Jika waktu tersebut dirasa terlalu lama, Anda bisa menabung sebanyak Rp20.000 per hari untuk mendapat Rp7,2 juta per tahun. Menabung biaya haji akan efektif jika Anda konsisten.
Jika Anda ragu dalam menentukan instrumen investasi yang tepat untuk mewujudkan tujuan ibadah haji ini, Perencana Keuangan Finansialku siap membantu.
Anda akan mendapatkan advice seputar strategi investasi yang sesuai tujuan keuangan, pengaturan cash flow keuangan, hingga perencanaan keuangan yang sesuai syariah.
Klik banner ini untuk buat janji konsultasi atau hubungi WhatsApp di nomor 0851 5897 1311.
#4 Investasi pada Sukuk
Sukuk atau obligasi syariah dapat menjadi instrumen investasi yang menjanjikan untuk menabung biaya haji.
Instrumen pendapatan tetap ini diterbitkan berdasarkan prinsip syariah di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bagi hasil sukuk dapat mencapai 8,05 persen per tahun, dengan investasi awal mulai dari Rp1 juta. Memanfaatkan sukuk adalah langkah cerdas untuk mengakselerasi pertumbuhan dana haji Anda.
#5 Buka Tabungan Haji dan Amankan Kuota
Segera buka tabungan haji di Kementerian Agama kabupaten/kota atau bank syariah setelah dana awal terkumpul. Ini penting untuk mengamankan kuota keberangkatan.
Namun, perlu diingat, mendapatkan kuota bukan berarti perjuangan menabung usai. Justru, Anda harus lebih giat menabung karena biaya haji cenderung meningkat setiap tahun.
Banyak jemaah baru berinisiatif menabung di usia produktif, sehingga sering kali baru bisa berangkat di usia senja. Padahal, berhaji di usia muda akan lebih optimal.
Meskipun kebutuhan di usia produktif terasa mendesak, menabung biaya haji sebagai prioritas utama dalam perencanaan keuangan akan memungkinkan Anda mencapai target ini.
#6 Cari Sumber Penghasilan Tambahan
Menggali sumber penghasilan tambahan dapat mempercepat terkumpulnya biaya haji. Anda bisa menjajaki pekerjaan sampingan seperti berjualan daring, menjadi pekerja lepas, atau profesi lain yang sesuai.
Alokasikan seluruh penghasilan tambahan ini langsung ke tabungan haji. Misalnya, jika Anda mampu menghasilkan tambahan Rp1 juta per bulan, dalam setahun Anda akan mengantongi Rp12 juta.
Dengan tambahan ini, waktu menabung bisa terpangkas signifikan, bahkan menjadi 2 hingga 3 tahun, tergantung total biaya yang ingin dicapai.
Syarat Daftar Haji
Sebelum mendaftar haji, pastikan Anda sudah melengkapi beberapa persyaratan di bawah ini, ya!
#1 Haji Reguler
Berikut beberapa syarat untuk mendaftar haji reguler, antara lain:
- Beragama Islam
- Warga Negara Indonesia
- Berusia paling rendah 12 (dua belas) tahun pada saat mendaftar
- Memiliki kartu identitas yang sah sesuai domisili
- Memiliki Kartu Keluarga
- Memiliki akta kelahiran atau surat kenal lahir atau kutipan akta nikah atau ijazah
- Memiliki tabungan atas nama calon jemaahyang bersangkutan pada BPS-BPIH
- Calon jemaah yang membuka tabungan haji dengan setoran minimal Rp25juta akan mendapat nomor porsi keberangkatan setelah melakukan pendaftaran ke Kementerian Agama (Kemenag) sesuai domisili secara mandiri dengan membawa persyaratan di atas.
#2 Haji Khusus
Inilah syarat yang harus Anda persiapkan jika ingin mendaftar haji khusus, yaitu:
- Beragama Islam
- Warga Negara Indonesia
- Berusia paling rendah 12 (dua belas) tahun pada saat mendaftar
- Memiliki kartu identitas yang sah sesuai domisili
- Memiliki Kartu Keluarga
- Memiliki akta kelahiran atau surat kenal lahir atau kutipan akta nikah atau ijazah
- Calon jemaah melakukan pendaftaran melalui penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau travel terdaftar di Kemenag.
Setelah mengetahui biaya haji dan syarat yang perlu Anda persiapkan, simak tayangan yang berikut ini untuk menambah referensi Anda seputar perencanaan dana haji.
Sudahkah Anda Menabung Biaya Haji?
Biaya ibadah haji terus menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun, dipicu oleh berbagai faktor seperti kenaikan fasilitas di Arab Saudi, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, kenaikan harga komoditas esensial, serta berkurangnya subsidi pemerintah.
Menyikapi kenaikan biaya ini, perencanaan keuangan menjadi penting. Jemaah dianjurkan untuk segera menetapkan target dan waktu keberangkatan, serta menabung secara berkala dan konsisten.
Membuka tabungan haji sedini mungkin di Kementerian Agama atau bank syariah juga penting untuk mengamankan kuota keberangkatan. Selain itu, mencari sumber penghasilan tambahan dapat mempercepat terkumpulnya dana.
Untuk menjaga nilai tabungan dari gerusan inflasi, disarankan untuk menginvestasikan dana haji pada instrumen berisiko rendah seperti Sukuk, deposito, atau reksa dana pasar uang.
Disclaimer: Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan di Indonesia yang melayani konsultasi keuangan bersama Certified Financial Planner (CFP) seputar perencanaan keuangan, rencana pensiun, dana pendidikan, review asuransi dan investasi.
Finansialku bukan platform pinjaman online dan tidak menerima layanan konsultasi di luar hal-hal yang disebutkan sebelumnya. Artikel ini dibuat hanya sebagai sarana edukasi dan informasi.
Sekian ulasan tentang menabung biaya haji. Mari bagikan insight Anda di kolom komentar di bawah ini.
Jangan lupa bantu teman Anda menabung biaya haji secara benar dengan membagikan artikel ini di grup chat Anda. Terima kasih!
Sumber Referensi:
- Admin. 09 Oktober 2024. 9 Tips Menabung untuk Ibadah Haji. bpkh.go.id – http://bit.ly/3IU8Kqx
- Admin. 11 Februari 2025. Biaya Haji Terbaru Berdasarkan Jenis Programnya. haramainku.com – http://bit.ly/4l6DW3p
- Admin. 24 Juli 2020. Tips Menabung untuk Biaya Haji di Masa Depan. allianz.co.id – http://bit.ly/4flZNT5
- Admin. 24 Oktober 2024. 5 Tips Mempersiapkan Ibadah Haji Sejak Muda. bankmuamalat.co.id – http://bit.ly/3H82oDl
- Admin. 30 Oktober 2024. Biaya Haji Indonesia dari Tahun ke Tahun. bpkh.go.id – http://bit.ly/3GOgWrT