Bendungan Pannampu, Wisata Alam Tersembunyi di Maros

1 week ago 17

INIPASTI.COM,  DIBALIK hamparan sawah dan kaki pegunungan Bantimurung, tersimpan sebuah destinasi wisata alam yang mulai mencuri perhatian. Bendungan Pannampu yang berada di Dusun Pajjaiang, Desa Tukamase, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, kini tak hanya dikunjungi warga sekitar, tetapi juga mulai dilirik masyarakat dari luar daerah. Bahkan, tim jurnalis dari berbagai media turut datang khusus untuk melihat langsung potensi wisata tersebut.

Objek wisata yang dirintis oleh kelompok pemuda setempat ini memang belum memiliki akses yang mudah. Meski jaraknya hanya sekitar satu kilometer dari jalan raya, pengunjung harus melewati pematang sawah yang sempit. Jalur inilah yang selama ini menjadi tantangan utama bagi wisatawan. Namun, keterbatasan akses tersebut rupanya tidak menyurutkan minat pengunjung untuk datang. Apalagi, lokasi Bendungan Pannampu terbilang tidak jauh dari destinasi wisata Leang-Leang yang sudah lebih dulu dikenal di Maros.

Tim jurnalis yang berkunjung ke lokasi harus menyusuri pematang sawah dengan suasana pedesaan yang masih kental. Hamparan padi, aliran air irigasi, serta latar pegunungan menjadi pemandangan sepanjang perjalanan. Begitu tiba di lokasi, suasana sejuk langsung terasa. Air bendungan tampak jernih dan mengalir tenang, dikelilingi perbukitan yang menambah kesan alami.

Menariknya, air di Bendungan Pannampu tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau. Kondisi ini menjadikan lokasi tersebut berpotensi sebagai destinasi wisata air sepanjang tahun. Meski tidak terlalu luas, pengelola menyediakan area permandian terpisah untuk anak-anak dan orang dewasa, sehingga pengunjung dapat mandi dengan aman dan nyaman.

Pada hari libur, seperti hari Minggu, Bendungan Pannampu mulai ramai dikunjungi. Salah satu pengunjung, Lia, siswi kelas II SMA Darul Ulum Amessangeng, mengaku senang dapat menikmati suasana alam di tempat tersebut. “Tempatnya sejuk dan airnya dingin. Cocok untuk mandi-mandi,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (18/1/2026). Hal senada disampaikan Ani, temannya, yang berharap akses menuju lokasi bisa lebih baik ke depannya.

Saat ini, sebagian besar pengunjung Bendungan Pannampu masih berasal dari wilayah Maros. Namun, kehadiran tim jurnalis yang meliput langsung ke lokasi menjadi sinyal bahwa destinasi ini mulai mendapat perhatian lebih luas. Potensi wisata yang dimiliki dinilai layak untuk dikembangkan, terutama sebagai wisata alam berbasis desa.

Mayoritas masyarakat Dusun Pajjaiang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, seperti padi dan kacang tanah. Kehadiran Bendungan Pannampu diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Meski demikian, karena masih dalam tahap perintisan, pengelola belum memberlakukan tiket masuk sehingga belum ada pemasukan resmi bagi desa.

Pengunjung dan warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, khususnya terkait perbaikan akses jalan. Selama jalur menuju lokasi masih harus ditempuh dengan berjalan kaki, pengunjung cenderung didominasi kalangan muda. Jika akses diperbaiki, Bendungan Pannampu diyakini dapat menjangkau lebih banyak wisatawan, termasuk keluarga dan warga lansia.

Dengan pesona alam yang sejuk, air yang tak pernah kering, serta mulai dilirik berbagai media, Bendungan Pannampu perlahan keluar dari status wisata tersembunyi. Tinggal menunggu sentuhan kebijakan dan pembangunan agar destinasi ini benar-benar menjadi salah satu kebanggaan baru Kabupaten Maros.

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|